Kamis, 03 Februari 2011

Photosynthesis

Posted by Unknown On 2/03/2011 05:37:00 AM | No comments
Pada awalnya, orang menganggap bahwa akar “memakan” tanah, seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. Tumbuhan hijau memperoleh zat-zat makanan dari dalam tanah, yang berasal dari hasil perombakan (penguraian) organisme yang telah mati. Penguraian organisme mati menjadi bahan yang dapat diserap olah akar tumbuhan hijau dilakukan oleh mikroorganisme. Konsep fotosintesis dimulai pada abad ke-17 ketika Jan van Helmont menyatakan bahwa pertumbuhan tumbuhan disebabkan adanya air dan bukan tanah.
Pada tahun 1772, Joseph Priestley melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa tumbuhan mengubah udara  yang dikeluarkan hewan menjadi udara segar. Priestley melakukan eksperimen bahwa jika di dalam tabung tertutup diletakkan tikus dan tumbuhan, tikus tetap hidup.  Selanjutnya, kita mengetahui bahwa tumbuhan menggunakan karbondioksida yang dikeluarkan oleh hewan, dan hewan menyerap oksigen yang dihasilkan tumbuhan.
Pada tahun 1779, Jan Ingenhousz  membuktikan bahwa pada fotosintesis dilepaskan oksigen. Hal ini dibuktikannya dengan percobaan menggunakan tanaman air Hydrilla verticillata di bawah corong terbalik. Jika tanaman tersebut terkena cahaya, timbullah gelembung-gelembung udara yang akhirnya mengumpul di dasar tabung reaksi.
Jean Senebier (1782) menyebutkan gas yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbon dioksida yang merupakan sumber karbon bagi tumbuhan hijau. Pada tahun 1842, Julius Robert Meyer menyatakan bahwa energi cahaya matahari yang diserap oleh tumbuhan hijau selanjutnya diubah menjadi energi kimia.
Julius Von Sachs (1860) membuktikan bahwa pada fotosintesis akan terbentuk karbohidrat (amilum). Frederick Blackman (1905) menunjukkan bahwa pada fotosintesis terjadi reaksi gelap yang tidak membutuhkan cahaya. Robert Hill (1937) berhasil mengikuti kegiatan kloroplas yang telah dipisahkan dari sel hidup. Kloroplas itu jika disinari mampu menghasilkan oksigen.

Sumber: http://kelas8spinsa.wordpress.com/2010/03/14/sejarah-penemuan-fotosintesis/
Proses fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas banyak terdapat di jaringan mesofil daun, terutama pada jaringan palisade. Tetapi, kloroplas juga dapat ditemukan pada bagian-bagian lain tumbuhan seperti batang dan ranting yang berwarana hijau. Kloroplas berwarna hijau karena di dalamnya terdapat pigmen berwarna hijau yang disebut klorofil.

Struktur kloroplas

Proses Fotosintesis

Proses fotosintesis dibagi menjadi 2 tahap, yaitu :
1. Reaksi terang
Pada tahap reaksi terang diperlukan cahaya. Pada tahap ini, terjadi penguraian air menjadi ion hidrogen serta ion hidroksida dan penyerapan energi cahaya oleh klorofil. Cahaya matahari diubah menjadi energi kimia. Reaksi terang terjadi di bagian kloroplas yang disebut grana, karena klorofil terdapat di grana.
2. Reaksi gelap
Tahap ini berlangsung tanpa cahaya. Pada proses ini, terjadi fiksasi (pengikatan) CO2 ke dalam daun. Pada tahap ini, dibutuhkan enzim-enzim tertentu untuk membantu proses reaksi kimia. Dengan menggunakan ion hidrogen yang dibentuk saat reaksi terang dan CO2 yang diserap oleh daun, maka terbentuklah glukosa.
Melalui proes fotosintesis, tumbuhan mengubah energi cahaya menjadi energi makanan. Hasil fotosintesis yang berupa glukosa dan karbohidrat merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan lain melalui rantai makanan. Selain menghasilkan glukosa dan zat tepung, proses fotosintesis juga menghasilkan oksigen yang sebagian dikeluarkan melalui stomata, dan sebagian lagi untuk respirasi sel-sel di daun. Oksigen dibutuhkan oleh organisme untuk proses respirasi (pernapasan).
Laju fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor :
1. Konsentrasi (kadar) Karbon Dioksida
Laju/ kecepatan proses fotosintesis sangat dipengaruhi oleh konsentrasi karbon dioksida di udara. Pada saat cahaya matahari sangat terik, tumbuhan akan menutup sebagian besar stomatanya untuk mengurangi transpirasi. Dalam keadaan ini, laju fotosintesis akan menurun karena hanya sedikit CO2 yang dapat memasuki daun. Apapila konsentrasi CO2 ditingkatkan perlahan-lahan, maka laju fotosintesis akan meningkat pada tingkat tertentu.
2. Intensitas cahaya
Intensitas cahaya matahari sangat mempengaruhi laju fotosintesis. Pada batas-batas tertentu, semakin tinggi intensitas cahaya maka semakin banyak energi cahaya yang diserap oleh klorofil, sehingga laju fotosintesis meningkat. Tetapi apabila intensitas cahaya terlalu tinggi, fotosintesis akan menurun dan bahkan berhenti.
3. Suhu
Mempengaruhi enzim untuk fotosintesis. Jika suhu naik 10′c, kerja enzim meningkat 2xlipat. Tetapi jika suhu terlalu tinggi, maka enzim akan rusak sehingga proses fotosintesis akan terhenti.

IPTEK

Posted by Unknown On 2/03/2011 05:32:00 AM | No comments

definisi IPTEK dan Perkembangannya

Definisi IPTEK dan Perkembangannya
Seperti yang kita ketahui,teknologi kini telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun.Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat manusia.
Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab,agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata.
Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi,namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi tersebut.Hal itu dikarenakan tingginya biaya pendidikan yang harus mereka tanggung.Maka dari itu,pemerintah perlu menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada.
Perkembangan Iptek disamping bermanfaat untuk kemajuan hidup Indonesia juga memberikan dampak negatif. Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan IPTEK untuk menekan dampaknya seminimal mungkin, antara lain :
1). Menjaga keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan setempat.
2). Teknilogi yang akan diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah timbulnya permasalahan di tempat itu.
3). Memanfaatkan seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya IPTEK yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah diberlakukan sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi IPTEK sebagaimana termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar dapat dilaksanakan oleh pemerintah besrta seluruh rakyat dengan sebaik-baiknya. Selain itu pula perkembangan IPTEK di berbagai bidang di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan kualitas SDM di tengah bermunculannya dampak negative dari adanya perkembangan IPTEK, sehingga diperlukan pemikiran yang serius dan mantap dalam menghadapi permasalahan dalam penemuan-penemuan baru tersebut.

Reference: http://makalah-artikel-online.blogspot.com/

PLants Vascular System

Posted by Unknown On 2/03/2011 05:24:00 AM | No comments

PLANTS VASCULAR SYSTEMS

Sugars move down to the roots and water-nutrients move up to leaves Xylem and phloem make up the big transportation system of vascular plants. As you get bigger, it is more difficult to transport nutrients, water, and sugars around your body. You have a circulatory system if you want to keep growing. As plants evolved to be larger, they also developed their own kind of circulatory systems. The main parts you will hear a lot about are called xylem and phloem.

It all starts with a top and a bottom. Logically, it makes sense. Trees and other vascular plants have a top and a bottom. The top has a trunk, branches, leaves, or needles. The bottom is a system of roots. Each needs the other to survive. The roots hold the plant steady and grab moisture and nutrients from the soil. The top is in the light, conducting photosynthesis and helping the plant reproduce. You have to connect the two parts. That's where xylem and phloem come in.

ZIPPY XYLEM

Close look at rings of a tree The xylem of a plant is the system of tubes and transport cells that circulates water and dissolved minerals. As a plant, you have roots to help you absorb water. If your leaves need water and they are 100 feet above the ground, it is time to put the xylem into action! Xylem is made of vessels that are connected end to end for the maximum speed to move water around. They also have a secondary function of support. When someone cuts an old tree down, they reveal a set of rings. Those rings are the remains of old xylem tissue, one ring for every year the tree was alive.

PHLOEM FUN

The fun never stops in the plant's circulatory system. Most plants have green leaves, where the photosynthesis happens. When those sugars are made, they need to be given to every cell in the plant for energy. Enter phloem. The phloem cells are laid out end-to-end throughout the entire plant, transporting the sugars and other molecules created by the plant. Phloem is always alive. Xylem tissue dies after one year and then develops anew (rings in the tree trunk). What is the best way to think about phloem? Think about sap coming out of a tree. That dripping sap usually comes from the phloem.

http://www.biology4kids.com/files/plants_xylemphloem.html

Blogroll


ShoutMix chat widget

About

Transparent White Star